Manajemen keuangan atau Manajemen perbankan dan manajemen keuangan internasional untuk mengelola keuangan pribadi anda 2021

Manajemen Keuangan

Semakin tahun generasi muda seperti milenial maupun gen Z lebih aware terhadap manajemen keuangan mereka. Anda bisa lihat dari ramainya webinar-webinar yang bermunculan mengenai edukasi financial planner dari para ahli keuangan di tahun 2021 ini. Minat ini kemungkinan besar timbul karena generasi milenial dan Z memiliki kekhawatiran agar tidak mengulang kesalahan dalam manajemen keuangan yang kebanyakan dilakukan oleh para orang tua mereka yaitu Baby Boomers dan Generasi X.

Pertanyaannya, apakah melakukan manajemen keuangan itu sulit? Tidak juga. Melakukan manajemen keuangan menurut para ahli financial tidak akan sulit dilakukan jika punya niat dan disiplin tinggi atas pengeluaran yang Anda lakukan dari pendapatan bulanan yang diterima. Namun, jika melakukannya setengah-setengah atau bahkan tidak dengan cara yang benar, hasilnya bisa jadi semakin kacau.

Nah, gengs, supaya Anda lebih terarah, coba deh simak beberapa tips manajemen keuangan di bawah ini. Eits, tapi ini cakupannya lebih kecil ya, jadi Anda nggak akan menemukan bagaimana manajemen keuangan perusahaan di sini karena itu terlalu besar. Yuk, langsung ikuti tips berikut.

Manajemen Keuangan Pribadi

Melakukan manajemen keuangan meski itu mengelola uang pribadi, tidaklah semudah apa yang Ana rencanakan. Ada banyak cerita bahwa anak-anak muda cenderung lebih mudah mengeluarkan pengeluaran daripada menyisihkan sedikit uang untuk menabung. Alhasil, ketika ada keadaan yang tak dikehendaki muncul, Anda jadi kelabakan karena tidak punya dana darurat.

Anda bisa melakukan manajemen keuangan menggunakan metode 50-30-20.  Metode ini merupakan salah satu metode manajemen keuangan internasional yang populer digunakan karena mudah pengaplikasiannya. Seperti ini pembagiannya:

  1. Angka 50 yang dimaksud adalah 50% dari pendapatan harus Anda lokasikan untuk kebutuhan sehari-hari seperti uang sewa rumah, makanan, cicilan, bpjs, kuota internet, dan kebutuhan pokok lainnya.
  2. Kemudian angka 20 adalah 20% dari gaji digunakan untuk menabung atau berinvestasi. Jika belum tertarik investasi saat ini, tidak masalah. Anda bisa lokasikan 20% itu untuk tabungan dengan tujuan sebagai dana darurat atau tabungan pensiun. Para ahli menganjurkan agar Anda menggunakan rekening lain agar tidak tercampur dengan uang lainnya.
  3. Terakhir, angka 30 dalam manajemen keuangan milik Anda adalah 30% dari pendapatan gunakan untuk memenuhi keinginan, seperti travelling, nongkrong di cafe, berlangganan aplikasi di smartphone, shopping, dan kegiatan menyenangkan lainnya.

Manajemen Keuangan Rumah Tangga

Buat yang sudah berkeluarga, Anda tetap harus melakukan manajemen keuangan keluarga agar semua dapat terkontrol dengan baik. Hal ini penting dilakukan karena saat hidup berkeluarga, Anda cenderung lebih sering mengeluarkan dana darurat dibandingkan ketika single dulu. 

Agar tidak kelimpungan karena nggak punya dana darurat, luangkan waktu lebih banyak untuk memulai melakukan manajemen keuangan dengan benar. Seperti ini caranya:

  1. Ajak pasangan untuk mendiskusikan permasalahan ini dan jika kalian berdua sama-sama bekerja, keterbukaan mengenai gaji perlu dibicarakan.
  2. Setelah terbuka mengenai nominal pendapatan, diskusikan gaji siapa yang akan digunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan gaji siapa yang digunakan untuk dana darurat. Atau jika sepakat untuk menggabungkan gaji, maka manajemen keuangan wajib dilakukan berdua juga agar tidak saling timbul kecurigaan.
  3. Anda bisa dengan memulai dengan mengevaluasi seberapa besar kebutuhan rumah tangga di tiap pos pengeluaran, seperti belanja bulanan, membayar cicilan atau sewa rumah, tagihan dan angsuran, asuransi kesehatan, spp anak, imunisasi anak, kontrol ke dokter, dan kebutuhan utama lainnya.
  4. Lalu langkah manajemen keuangan berikutnya adalah menempatkan dana darurat. Saat berkeluarga, ada banyak kejadian tak terduga oleh karena Anda harus siapkan dana ini. Seperti orang tua atau mertua atau anak tiba-tiba sakit, sumbangan kampung, genteng tiba-tiba bocor, dan sebagainya. Hitung juga besaran pengeluaran wajib taunan seperti pajak kendaraan, pbb, maintenance kendaraan, dan pengeluaran lainnya.
  5. Terakhir, jangan lupa juga untuk menempatkan dana pada pos keinginan keluarga di manajemen keuangan, misal untuk jalan-jalan, makan bersama di luar, nonton bareng, dan sebagainya.

Itulah sedikit tips melakukan manajemen keuangan baik untuk hidup sendiri maupun berkeluarga. Membuat manajemen keuangan dari pendapatan memang tidak serumit mengatur manajemen perbankan, tapi tidak bisa juga Anda remehkan ya, gengs. Yuk, pintar atur keuangan!