Home / Kasus & Hukum / Jasa Pengiriman J&T Expres Menghilangkan Paket Pengiriman Dokumentasi Berupa Sertifikat Tanah dan Surat Ukur Tanah

Jasa Pengiriman J&T Expres Menghilangkan Paket Pengiriman Dokumentasi Berupa Sertifikat Tanah dan Surat Ukur Tanah

Pihak dari J&T

Jakarta,14 September 2019-“Saya ada paket dokumen berupa sertifikat tanah dan surat ukur ulang tanah dan baru selesai di buat serta pengurusannya tidak cepat lama dari bulan september 2018 dan selesai tanggal 23 juli 2019.

Dan teman dari Pontianak ke Jakarta pakai J&T Expres,jadi di dokumen di tulis pengiriman selama tiga hari sampai di jakarta.Jadi sekitar tanggal 24,25 dan 26 Juli 2019.Dan tanggal 27-28 juli 2019 itu pas hari sabtu dan minggu jadi korban tidak fullup kiriman dokumen tersebut.

Hari senen tanggal 29 juli 2019 korban telpon menanyakan dokumennya tersebut dan pihak J&T mengatakan barangnya masih di gudang serta diproses.Korban menanyakan lagi pada tanggal 30 Juli 2019 menghubungi pihak J&T jawaban masih tetap sama barangnya masih di gudang serta di proses,sampai tanggal 31 juli 2019 masih tetap sama jawabannya.

Surat keterangan dari J&T yang menyatakan dokumen hilang dan ganti rugi 500 ribu rupiah

Pada tanggal 02 Agustus 2019 pihak J&T Expres,”menyampaikan kepada korban kalau barang kirimannya berupa dokumen sertifikat tanah dan surat ukur tanah di nyatakan hilang”.Pada tanggal 30 Juli 2019 pihak J&T pontianak menghubungi korban dan menanyakan apakah isi dokumen tersebut asli atau photo copy atau legalisir dan korban sudah mulai curiga kenapa ada pertanyaan yang begitu,”ujar korban pada saat wawancara di depan para awak media di kantor J&T di pluit jakarta pusat.

“Jadi pada saat di nyatakan hilang dokumen tersebut,korban mencari kantor pusatnya di jakarta sampai setengah mati,”ujar korban.Begitu ketemu kantor pusatnya korban datang masih tidak mau mengakui kalau di sini kantor pusat J&T expres,kayak menutupi kalau korban sudah ketemu kantor pusat J&T tersebut.

Pada tanggal 05 agustus 2019 saat korban datang di kantor pusat J&T Expres di pluit jakarta utara ada perwakilan dari J&T Expres yang menemui yaitu saudara wahyudi dan rifan merekan mengakui bagian kuwensi.Jadi mereka menerima korban katanya,”mau di proses laporan yang berupa barang dokumennya yang hilang tersebut.”

Besoknya korban datang lagi ada lagi yang menemui namanya pak Adrian menghubungi korban melalui telpon untuk ketemuan di emperium.Dan Adrian ini mengaku sebagai penanggun jawab penuhlah untuk J&T Expres ini.Semua cabang-cabang J&T di indonesia.Dia ngaku perintis pendirian OPPO sama perintis pendiri J&T expres.
Jadi sejak pertemuan dengan pak Ardian ini dan melalui telpon dan wa mengatakan tidak usah melibatkan orang lain karena pak ardian janji mau menyelesaikan masalah ini.

Akhirnya korban tenang dan pak ardian minta waktu 10 hari tetapi dua hari kemudian pak ardian minta ketemu lagi pada saat itu pagi di mall arta gading.Setelah korban ketemu ardian pihak dari J&T Expres mengatakan kepada korban kalau dia sudah datang ke paranormal di daerah banteng jawa barat,untuk menayakan barang dokumen korban dan para normal.

Ardian ini mengatakan barang dokumen itu belum di kirim dan masih di pegang orang di pontianak dengan omongan segala macam dan ardian menjanjikan korban seandainya paket itu hilang J&T akan bertanggung jawab untuk biaya pengurusan untuk sertifikat baru dan biaya untuk transportasi korban balik ke pontianak lagi.

Tetapi beberapa hari kemudian kita telpon lagi semua yang dia janjikan selama dua kali pertemuan lain lagi bicaranya.Semua yang ardian janjikan nihil,dan ardian sudah tak berdaya lagi dengan mengatakan dia karyawan yang di dzoliminlah dan ada tekanan dari atasanlah dan ardian mengaku kalau dia hanya karyawan biasalah.

Dan sampai sekarang tidak ada jawaban lagi.Memang di janjikan mau di ganti Rp 100.000,- untuk dokumen yang hilang yaitu berupa sertifikat dan surat ukur tanah.Akhirnya begitu diributin ada namanya pak djohannes kepala gudang J&T setiap paket yang hilang telpon ke pontianak mobil dan pihak pengirim katanya mau di ganti Rp 500.000,-dan bukan lagi 100 ribu lagi pihak pengirim marah dan telpon korban.Dan sekarang korban minta ketemu sama pak johannes ini belum ketemu juga.

Gudangnya dimana korban tidak di kasih tahu kayak di tutup-tutupi dan korban sudah berkali-kali mau ketemu pak johannes dan korban di berikan photonya pak johannes dari ardian dan korban masih menyimpannya.Dan ardian mengatakan kepada korban bahwa ini photo pak johannes kepala gudang.Malah ardian mau benturin korban dengan pak johannes yang kepala gudang itu karena ardian mengatakan kepada korban dia sudah tidak berdaya lagi dengan nada menyedihkan ujar korban pada saat wawancara di depan para awak media.

Dan pak johannes inilah yang bertanggung jawab dimana paket tersebut hilang.Ardian memberitahu kepada korban untuk mensomasi johannes.Korban tidak berani untuk menuduh pak johannes karena korban belum tahu kebenarannya seperti apa dan intinya kalau kits liat kronologisnya ini dari awal kalau barang ini sudah hilang.Cuma pihak J&T mengulur-ulur waktu saja.Dan untuk lebih jauhnya lagi korban merasa di rugikan.

Korban sudah menyerahkan semua ini kepada pihak yang berwajib untuk di tindak langjuti lagi sampai ke pengadilan untuk menuntuk jasa pengiriman J&T Expres tersebut.

About admin

Check Also

Stop dan Hentikan kriminalisasi terhadap warga Lubang Buaya

Kabarindotimur.id-Jakarta,30 September 2019-Warga menolak dengan tegas adanya pengukuran tanah Yang akan Dilakukan pihak lawan dibantu …