Home / Diskusi & Seminar / Dialog Publik Masa Depan BUMN Periode Kedua Pemerintah Jokowi

Dialog Publik Masa Depan BUMN Periode Kedua Pemerintah Jokowi

Dialog Publik “Masa Depan BUMN Periode Kedua Pemerintah Jokowi”

Yang berlangsun di hotel sentral jakarta 1 Agustus 2019-Joko Widodo-Ma’ruf Amin ditetapkan sebagai pemenang Pilpres 2019 dan keduanya akan dilantik pada Oktober mendatang sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024. Itu artinya, tinggal 3 bulan lagi periode pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi) berakhir.

Namun jelang berakhirnya 5 tahun pertama Jokowi bersama Wapres Jusuf Kalla, masih ada pekerjaan rumah terkait dengan badan usaha milik negara (BUMN) yang patut menjadi perhatian atau tugas berat.

Mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta itu tentu tidak ingin pada saat kepemimpinannnya berakhir, masih ada noda alias noktah yang belum terhapus di BUMN. Jokowi, barangkali juga berharap di periode pertama kabinetnya, semua masalah BUMN bisa selesai sehingga perusahaan negara ini bisa ikut mendorong geliat laju ekonomi dalam negeri.

Sayangnya, sepanjang semester I-2019 ini, masalah BUMN terus mencuat ke permukaan dan menjadi sorotan pelaku pasar.

Setidaknya ada empat BUMN yang mengalami kesulitan keuangan. Hebatnya lagi, empat BUMN tersebut berasal dari sektor yang berbeda-beda yaitu jasa transportasi, manufaktur, jasa logistik dan keuangan. Artinya tak ada isu spesifik di satu industri yang membuat kinerja keuangan empat BUMN ini mengalami masalah.

Selain itu, masalah keuangan yang menimpa empat BUMN merupakan ‘dosa’ turunan yang sifatnya akumulatif. Sudah berlangsung bertahun-tahun dan belum ketemu jurus jitu untuk mengatasi masalahnya kendati sudah berganti pucuk pimpinan (meski tugasnya belum selesai).

About admin

Check Also

Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia adakan Diskusi “Lebih Menguntungkan Mana Tambang Rakyat atau Freeport”

Kabarindotimur.id-Jakarta, 5-08-2019-Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia mengadakan Diskusi Media dengan Tema ” Lebih Menguntungkan Mana Tambang …